Tanggapi Kasus di Ambon, BNI Apresiasi Kinerja Polisi
![]() |
| Sumber: google.com |
Untuk kasus yang terjadi di BNI Ambon sudah ditangani oleh pihak berwajib. Guna mengungkap kasus yang terjadi di BNI Ambon kinerja pihak penyidik polri dalam mengungkap kasus penggelapan dana masyarakat di Ambon oleh sindikat patut mendapatkan apresiasi.
Pasalnya kinerja perkembangan
penyelidikan Polri tersebut sudah menunjukan laporan kasus yang disampaikan
oleh Bank Negara Indonesia (BNI) di bulan Oktober tahun 2019 sudah
ditindaklanjuti secara maksimal.
Dengan itu untuk kasus yang menimpa
BNI Ambon ini sudah semakin mendekati ke arah pengungkapannya. BNI yang juga
menjadi korban dalam kasus ini sangat mengharapkan penuntasannya agar proses
pengembalian dana yang digelapkan para anggota sindikat pelaku dapat segera
terealisasi secara penuh.
Seperti diketahui, Kasus BNI Ambon
ini terungkap berkat hasil investigasi internal yang dilakukan oleh BNI pada
tahun 2019 lalu. Investigasi internal ini menyimpulkan adanya kejanggalan
transaksi transfer dana yang tidak disertai oleh dana riil nya. Transfer ini
diduga dilakukan atas perintah salah satu tersangka dalam kasus ini, yaitu FY.
Nilai transaksi transfer tanpa dana riil ini mencapai Rp 58,95 miliar, dan
dicatat sebagai kerugian yang berpotensi dialami BNI.
Bank terus bekerjasama dengan pihak
berwajib untuk mengumpulkan sumber-sumber pengembalian dana yang akan
memperkecil potensi kerugian tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah
mengamankan harta benda para anggota sindikasi.
BNI juga berharap dana masyarakat
yang digelapkan oleh anggota sindikat dapat dikembalikan oleh para pelaku. BNI menegaskan bahwa dana nasabah tetap
aman. Nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di
BNI. Peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum dalam sebuah
sindikat, sehingga tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum.
Nasabah dan masyarakat umum tidak
perlu khawatir untuk tetap bertransaksi dan menyimpan dananya di BNI. Terdapat
beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI,
yaitu Pertama, Operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal,
termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama
Ambon. Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan
jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi
keluar.
Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga
ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai
channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.
"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak
minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. Kasus ini sudah
dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat
proses pengungkapannya," ujar Corporate Secretary BNI Meiliana di Jakarta.
Sumber: Republika.co.id

Komentar
Posting Komentar